Denny Sumargo

Denny Sumargo, satu pria yang akhir-akhir ini temen saya minta saya perjuangkan. “Mana tahu kamu ama Denny the next Dion & Fiona”. Kenapa bisa mention namanya Fiona? Karena dia satu falkutas dengan kami. Dia temen sahabat saya. Saya? Gak kenal. Continue reading “Denny Sumargo”

Advertisements

2016 : Sebuah Perenungan

Ketika tahun mulai mendekati masa kritis, dan siap diganti dengan yang baru, aku bertanya pada diri sendiri, Apa yang sudah aku lakukan sepanjang tahun 2016.

 

2016, awal januari lalu nenekku dipanggil kembali ke rumah Tuhan. Beliau menutup usia pada umur 92 tahun. Dia pergi dalam keheningan malam. Mungkin aku yang yang membuat keributan pada saat dia pergi. Aku dan pembantuku berusaha membangunkannya, aku memanggil-manggil dia supaya bangun. Tidak ada jawaban, aku tdak berhenti, aku terus memanggil. Aku bertanya dalam hati “Tuhan, apakah Kau telah menjemputnya?”. Aku tidak berani menyatakan dia meninggal, aku memanggil dokter dari rumah sakit terdekat, sesaat setelah itu dokter menyatakan hari dan jam kematiannya. Aku tidak menangis, bahkan saat kremasinya. Setelah nenekku berpulang, pembantuku berhenti bekerja, pikirku tak masalah, pembantuku juga sudah tua, baiklah  dia beristirahat di kampungnya.  Dan tak terasa sekarang sudah satu tahun nenekku berpulang, dan sudah satu tahun pula aku hidup sendiri tanpa pembantu. Continue reading “2016 : Sebuah Perenungan”

Ayah Datang

Hari ini ayah datang. Aku tak sebahagia biasanya. Padahal jarang-jarang ayahku bisa berkunjung kesini. Sudah setahun ini aku tidak bertemu ayahku. Ia datang berkunjung lantaran kakak tertuaku mau tunangan. Hari ini ayah datang. Aku tak sebahagia biasanya. Ia datang saat keadaanku sedang terpuruk. Tidak ada yang bisa aku banggakan, dan mata yang kecewa itu terus menghantuiku.

Hitam Putih tetaplah Warna :)

Setelah saya terduduk lama, memikirkan apa yang harus saya jelas kan kepada orang-orang, tentang apa yang ingin saya tuliskan untuk mereka baca, terpikir bahwa saya harus menjelaskan kepada diri sendiri terlebih dahulu. Pelajaran apa yang saya dapat dari orang-orang yang saya temui.

Banyak orang-orang yang saya temui, mereka semua orang-orang hebat dengan kekurangan mereka. Dan terkadang mereka menjadi lemah karena kelebihan yang mereka miliki. Ya, saya akan bercerita tentang beberapa orang hebat dengan segala kekurangan mereka. Saya bertemu mereka di sebuah panti, panti asuhan yang jauh dari keramaian kota. Continue reading “Hitam Putih tetaplah Warna :)”

Pandji Pragiwaksono :)

Kenali Indonesia mu, Temukan passion mu. Berkaryalah untuk masa depan bangsa mu.

Kalimat simple ini cukup membuat saya tergerak dan mulai berpikir. Apa passion saya?  Apa yang bisa saya lakukan untuk bangsa ini? Menuntut sebuah perubahan atau menciptakan perubahan?

Pandji Pragiwaksono, yang mana nama belakang nya baru saya ketahui setelah membeli bukunya. Seorang pemuda yang buat merinding dan mata berkaca-kaca ketika saya membaca bukunya. Maklum saya anak yang imajinatif, jadi  bisa membayangkan semangat dan ekspresi bang Pandji setiap kali dia berucap.

Bang Pandji, biasa saya menyebutnya. Terdengar sok kenal sok akrab ya? Ah masa bodoh lah. Pertama kali lihat bang Pandji di acara TV. Tidak ada yang istimewa dari sosok tambun ini. Dan beberapa kali saya juga lihat bang Pandji bawain acara di DBL arena, Surabaya. Masih belom ada sesuatu yang istimewa yang saya temui dari pria tambun dengan kulit sedikit gelap ini. Sampai pada suatu hari salah satu orang yang saya follow nge-RT tweet nya bang Pandji tentang “Lesson4today”, akhirnya saya follow lah akun bang Pandji guna mendapatkan tweet “Lesson4today” tersebut. Continue reading “Pandji Pragiwaksono :)”