#29 Lebih Peka Soal Bahagia

Di postingan sebelumnya saya menulis dengan asal-asalan dan tidak terlalu bersemangat dengan penambahan usia #29 ini. Namun setelah saya melawati hari itu, banyak hal yang seharusnya saya syukuri. Tidak perlu terfokus pada hal yang jeleknya. Memang, jelang usia 29 ini perjalanan karir saya tidak bagus, pekerjaan sebagai Clinic Manager tidak berumur panjang. Hanya satu bulan lebih beberapa hari saja. Bukan karena kualitas kerja saya tidak baik atau perusahaan tak sehat, tapi ada satu dua hal yang sangat bertentangan dan tidak bisa saya toleransi, karena saya juga memikirkan kenyamanan pekerja senior atau orang-orang lama. Tapi setidaknya selama satu bulan itu saya boleh bersyukur, dipertemukan dengan orang-orang yang berpotensi untuk mengubah sedikit tentang sifat keras saya. Continue reading “#29 Lebih Peka Soal Bahagia”

Advertisements

#29

4 Agustus 2017 Welcome 29!!! Usia muda gak muda, tua gak tua. Untuk penambahan umur kali ini gue ga terlalu bersemangat. Karena  lagi berada dalam posisi penurunan kualitas hidup. Karir gue tidak berjalan dengan baik, apalagi urusan percintaan. Tapi gue tetap bersyukur sama Tuhan yang masih mengizinkan gue melewati 28 tahun terakhir ini dengan orang-orang yang masih sangat peduli dengan gue. Continue reading “#29”

2016 : Sebuah Perenungan

Ketika tahun mulai mendekati masa kritis, dan siap diganti dengan yang baru, aku bertanya pada diri sendiri, Apa yang sudah aku lakukan sepanjang tahun 2016.

 

2016, awal januari lalu nenekku dipanggil kembali ke rumah Tuhan. Beliau menutup usia pada umur 92 tahun. Dia pergi dalam keheningan malam. Mungkin aku yang yang membuat keributan pada saat dia pergi. Aku dan pembantuku berusaha membangunkannya, aku memanggil-manggil dia supaya bangun. Tidak ada jawaban, aku tdak berhenti, aku terus memanggil. Aku bertanya dalam hati “Tuhan, apakah Kau telah menjemputnya?”. Aku tidak berani menyatakan dia meninggal, aku memanggil dokter dari rumah sakit terdekat, sesaat setelah itu dokter menyatakan hari dan jam kematiannya. Aku tidak menangis, bahkan saat kremasinya. Setelah nenekku berpulang, pembantuku berhenti bekerja, pikirku tak masalah, pembantuku juga sudah tua, baiklah  dia beristirahat di kampungnya.  Dan tak terasa sekarang sudah satu tahun nenekku berpulang, dan sudah satu tahun pula aku hidup sendiri tanpa pembantu. Continue reading “2016 : Sebuah Perenungan”

Ayah Datang

Hari ini ayah datang. Aku tak sebahagia biasanya. Padahal jarang-jarang ayahku bisa berkunjung kesini. Sudah setahun ini aku tidak bertemu ayahku. Ia datang berkunjung lantaran kakak tertuaku mau tunangan. Hari ini ayah datang. Aku tak sebahagia biasanya. Ia datang saat keadaanku sedang terpuruk. Tidak ada yang bisa aku banggakan, dan mata yang kecewa itu terus menghantuiku.

Surat Balasan

Apa kabar? Aku terpaksa mengirimkan surat ini, supaya kamu paham bahwa Aku memperhatikan kamu.

Kemarin Aku melihatmu berbincang-bincang dengan teman-temanmu. Sepanjang hari Aku menunggu, berharap kamu akan menoleh kepadaKu dan mengajakku berbincang. Hari ini Aku melihatmu berkeliling, kamu melewati rumahKu, tapi kamu tidak mampir. Ada yang bilang kalau kamu akan ke laut sore ini, Aku memberimu senja untuk menutup harimu dan angin sepoi-sepoi untuk menyejukkanmu. Tapi yang Kudapati kamu malah tenggelam dalam lamunan senja, membuat sebuah potret, dan berharap ada cirrus yang menghiasi langit. Namun maaf, Aku lupa menambahkannya pada senja.

Aku sangat sedih, kamu mengambil langkah menjauh dariKu, mungkin aku membuat kesalahan, sehingga kamu enggan berbicara denganKu lagi. Aku menyesal memberikan keadaan ini untukmu, Aku pikir dengan begini kamu akan datang padaKu, walaupun hanya untuk memaki.

Seandainya saja kamu mau mendengarkan Aku. Aku sangat mencintaimu. Aku berusaha menyatakannya lewat langit biru yang kamu sukai, aroma rumput hijau yang sering kali kamu hirup dalam-dalam. Aku membisikkannya pada dedaunan dan menghembuskannya lewat bunga warna- warni di depan pagar rumahmu. Aku menyelimuti malammu dengan jubahKu, membangunkanmu dengan kasihKu. KasihKu padamu lebih besar dari kebutuhan yang ada dalam hatiMu.

Bicaralah padaKu, tak perlu lagi menunggu purnama keduabelas.

Continue reading “Surat Balasan”

“Boss from Hell”

0e54c65a9f0fc1e84f9c9a7539ffb191

Judul di atas hanyalah fiktif belaka, boss saya sebelumnya dari rahim ibunya.

Okey, setelah dua bulan saya menganggur, akhirnya saya putuskan untuk ngepost cerita ini. (Ga ada hubungannya sih, berapa bulan nganggur dengan posting).

Semenjak masa percobaan saya dihentikan, saya kembali cari kerjaan lagi, sudah ada beberapa interview tapi masih belum pas. Jadi akhirnya saya kembali mencoba aktif ngeblog. Continue reading ““Boss from Hell””

Hitam Putih tetaplah Warna :)

Setelah saya terduduk lama, memikirkan apa yang harus saya jelas kan kepada orang-orang, tentang apa yang ingin saya tuliskan untuk mereka baca, terpikir bahwa saya harus menjelaskan kepada diri sendiri terlebih dahulu. Pelajaran apa yang saya dapat dari orang-orang yang saya temui.

Banyak orang-orang yang saya temui, mereka semua orang-orang hebat dengan kekurangan mereka. Dan terkadang mereka menjadi lemah karena kelebihan yang mereka miliki. Ya, saya akan bercerita tentang beberapa orang hebat dengan segala kekurangan mereka. Saya bertemu mereka di sebuah panti, panti asuhan yang jauh dari keramaian kota. Continue reading “Hitam Putih tetaplah Warna :)”