Ayah Datang

Hari ini ayah datang. Aku tak sebahagia biasanya. Padahal jarang-jarang ayahku bisa berkunjung kesini. Sudah setahun ini aku tidak bertemu ayahku. Ia datang berkunjung lantaran kakak tertuaku mau tunangan. Hari ini ayah datang. Aku tak sebahagia biasanya. Ia datang saat keadaanku sedang terpuruk. Tidak ada yang bisa aku banggakan, dan mata yang kecewa itu terus menghantuiku.

Surat Balasan

Apa kabar? Aku terpaksa mengirimkan surat ini, supaya kamu paham bahwa Aku memperhatikan kamu.

Kemarin Aku melihatmu berbincang-bincang dengan teman-temanmu. Sepanjang hari Aku menunggu, berharap kamu akan menoleh kepadaKu dan mengajakku berbincang. Hari ini Aku melihatmu berkeliling, kamu melewati rumahKu, tapi kamu tidak mampir. Ada yang bilang kalau kamu akan ke laut sore ini, Aku memberimu senja untuk menutup harimu dan angin sepoi-sepoi untuk menyejukkanmu. Tapi yang Kudapati kamu malah tenggelam dalam lamunan senja, membuat sebuah potret, dan berharap ada cirrus yang menghiasi langit. Namun maaf, Aku lupa menambahkannya pada senja.

Aku sangat sedih, kamu mengambil langkah menjauh dariKu, mungkin aku membuat kesalahan, sehingga kamu enggan berbicara denganKu lagi. Aku menyesal memberikan keadaan ini untukmu, Aku pikir dengan begini kamu akan datang padaKu, walaupun hanya untuk memaki.

Seandainya saja kamu mau mendengarkan Aku. Aku sangat mencintaimu. Aku berusaha menyatakannya lewat langit biru yang kamu sukai, aroma rumput hijau yang sering kali kamu hirup dalam-dalam. Aku membisikkannya pada dedaunan dan menghembuskannya lewat bunga warna- warni di depan pagar rumahmu. Aku menyelimuti malammu dengan jubahKu, membangunkanmu dengan kasihKu. KasihKu padamu lebih besar dari kebutuhan yang ada dalam hatiMu.

Bicaralah padaKu, tak perlu lagi menunggu purnama keduabelas.

Continue reading “Surat Balasan”

“Boss from Hell”

0e54c65a9f0fc1e84f9c9a7539ffb191

Judul di atas hanyalah fiktif belaka, boss saya sebelumnya dari rahim ibunya.

Okey, setelah dua bulan saya menganggur, akhirnya saya putuskan untuk ngepost cerita ini. (Ga ada hubungannya sih, berapa bulan nganggur dengan posting).

Semenjak masa percobaan saya dihentikan, saya kembali cari kerjaan lagi, sudah ada beberapa interview tapi masih belum pas. Jadi akhirnya saya kembali mencoba aktif ngeblog. Continue reading ““Boss from Hell””

Sabtu Bersama Dee

Sabtu, 14 Mei lalu saya putuskan untuk ikut seminar kepenulisan bersama Dee Lestari  (@DeeLestari)  yang diadakan di ITS. Cukup bayar Rp.75.000 saya sudah bisa mendapat berbagai ilmu dari Dee. Pada tiket masuk tertulis jam mulai pukul 8 pagi. Saya sudah paham betul kebiasaan orang-orang, acara molor hingga 2 jam. Jam 10 baru talkshow dimulai. Sebelum talkshow, dari panitia mengadakan kuis untuk memenangkan kesempatan foto bersama Dee, dan saya mendapatkan kesempatannya. Tapi percuma sampai saat ini saya belum menerima foto itu, dan terlepas dari masalah ini lebih baik saya berbagi pengetahuan apa yang saya dapatkan. Continue reading “Sabtu Bersama Dee”

Merindukan Orang Mati

Bintang menjerit, menyampaikan pesan langit tertinggi.

Siapa yang dapat mengingkariNya? Engkau datang karena Tuhan, engkaupun berlalu dan menghilang karena Tuhan.

Aku masih ingat betul puisi yang kamu buat, sebelum kamu pamit pergi untuk selamanya. Aku masih ingat betul kamu menginginkan aku menjadi apa. Harapan. itu yang kamu inginkan.

Dan sekarang apa kamu tahu keadaanku? Aku menjadi orang yang paling hilang harapannya.

Rindu ini membuatku tak baik-baik saja.

Mesin Waktu (Cerita Tentang Rindu Part.1)

 

Apa kalian percaya dengan mesin waktu? Aku percaya. Jika kalian bertanya “Seperti apa mesin waktu itu?” Maka jawabannya adalah “lagu”. Menurutku lagu adalah mesin waktu yang sangat nyata. Sebuah lagu mampu menarikmu pada ingatan masa lampau, mampu memaksamu mengingat kembali hal-hal yang tidak ingin kamu ingat. Dan sebuah lagu mampu membuatmu membayangkan suatu waktu yang sangat amat kamu rindukan.

Sore ini langit mendung, sama seperti langit sebelum-sebelumnya. Burung camar dari pantai dekat rumahku sesekali terdengar “koakkk”nya. Lagu-lagu indonesia lawas dengan musik minimalis sedang berputar dari playerku. Aku duduk di teras, tempat terbaik di rumah ini selain ruang baca. Continue reading “Mesin Waktu (Cerita Tentang Rindu Part.1)”