Bagai Puisi.

Senyumku pagi itu. Detak jantungmu pagi itu. Dingin tubuhku pagi itu dan hangat tubuhmu pagi itu. Masih aku rasakan jelas dekapanmu. Masih aku rasakan jelas jemari saling bertaut. Rasanya aku tak ingin lepas. Ada sesuatu yang mengisi keheningan kita. Kecupan lembut itu.

Dan sekarang aku bertanya-tanya, adakah rasa diantara kita? adakah sesuatu yang akan mengusik pikiranmu? Adakah sesuatu yang akan tumbuh di hatiku?

Aku rasa kita hanya mengalir. Mengikuti kata dan ingin yang ada. Atau kita hanya sama-sama mengisi kekosongan ?.

Entahlah. Kita bagaikan bait-bait puisi yang menggantung. Bait-bait puisi tidak pernah selesai ditulis. Bait-bait puisi dengan makna yang terbengkalai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s