Satu Malam di Kota Tua.

Sebenarnya aku sudah sangat lelah, flu ini menambah beban pada kepalaku, rasa kantuk pun tak segan menggelayuti mataku. Tapi malam ini aku ingin tetap terjaga.

Aku menikmati perjalanan, taksi melaju membawa kami ke kota tua. Malam ini aku tak ingin sendiri atau aku akan menangis. Aku rindu ayahku, aku ingin melihat senyum dari pria pendiam itu. Continue reading “Satu Malam di Kota Tua.”

Advertisements

Bagai Puisi.

Senyumku pagi itu. Detak jantungmu pagi itu. Dingin tubuhku pagi itu dan hangat tubuhmu pagi itu. Masih aku rasakan jelas dekapanmu. Masih aku rasakan jelas jemari saling bertaut. Rasanya aku tak ingin lepas. Ada sesuatu yang mengisi keheningan kita. Kecupan lembut itu. Continue reading “Bagai Puisi.”