Cerita Tentang Hujan.

Sore ini aku tidak melihat senja. Kemana perginya jinggaku? Warna monoton membentang pada langit. Matahari pergi lebih awal.

Aku ketahuan oleh langit. Sepertinya langit hari ini menjelma menjadi Tuhan. Ia tahu tentang hatiku.
Gelap seakan paham betul apa yang terjadi dalam hayal dan nyataku.

Ia mengirimkan rintik dan perlahan suara mengeras. Jutaan bentuk kabel transparan berlomba untuk jatuh.

Ku pejamkan mata. Ada nada yang menarik pendengaranku. Adakah diantara kalian yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat sebuah nyanyian yang hanya dapat didengarkan oleh mereka yang rindu akan sesuatu. Senandung rindu yang mampu meresonansi ingatan masa lalu yang tidak pernah buram.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s