Pertama.

Sehari sebelum aku berulang tahun, aku menerima tawaranmu untuk bertemu. Aku membatalkan janji dengan sahabatku. Ku kenakan baju biru kesukaanku, dalam benak aku berharap warna biru akan membantu tidak terlihat gugup.

13.15  aku sampai pada coffee shop  yang kamu namai “rumah kedua”.

“Hai” sapaku pelan.

Kamu membalas dengan pertanyaan.

“Hot chocolate?”

Aku tersenyum dan mengangguk.

Kita mulai mengobrol. Kamu banyak tertawanya. Beda dari yang biasa aku lihat. Murung. Dan aku sendiri merasa dirasuki hormon endorfin. Aku tidak ingin waktu ini berakhir. Saat jeda muncul pada tawa kita, aku menatap dalam pada matamu.

“Ada apa?”

“Tidak” Gelengku cepat.

Aku jatuh cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s