Hitam Putih tetaplah Warna :)

Setelah saya terduduk lama, memikirkan apa yang harus saya jelas kan kepada orang-orang, tentang apa yang ingin saya tuliskan untuk mereka baca, terpikir bahwa saya harus menjelaskan kepada diri sendiri terlebih dahulu. Pelajaran apa yang saya dapat dari orang-orang yang saya temui.

Banyak orang-orang yang saya temui, mereka semua orang-orang hebat dengan kekurangan mereka. Dan terkadang mereka menjadi lemah karena kelebihan yang mereka miliki. Ya, saya akan bercerita tentang beberapa orang hebat dengan segala kekurangan mereka. Saya bertemu mereka di sebuah panti, panti asuhan yang jauh dari keramaian kota.

Sebelumnya apa kalian tahu tentang Cerebal Palsy? Retadasi Mental? Inti dari dua penyakit ini adalah bermasalah pada mental dan otak mereka.

Cerebal Palsy adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan dan kemampuan berpikir.

Retadasi mental adalah suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada di bawah rata-rata disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri yang mulai timbul sebelum usia 18 tahun.

Dan sekarang apakah kalian akan berpikir bahwa saya adalah anak lulusan kedokteran?? Bukan, tentu saja bukan. Jawaban ini saya dapat dari Google. Google bagaikan otak, ketika saya merasa tak memiliki otak untuk berpikir.

retno Yasinta Retno, 31 tahun. Wanita yang lahir pada tanggal 24 Januari 1980 ini mengalami CP Paraplegia. Saya tidak mengerti secara mendetil tentang penyakit ini, tapi saya akan mencoba mejelaskan sesuai dengan apa yang saya lihat pada wanita kurus ini. CP Paraplegia itu kelumpuhan yang terjadi pada bagian pinggang kebawah. Bagian ini lemah, dan Retno ini sebelumnya telapak kakinya terbalik, dan untungnya sekarang telah dioperasi dan terlihat normal, namun ia masih kesulitan untuk menapak. Walaupun wanita kurus ini mempunyai masalah pada fungsi otaknya, setidaknya ia bisa mengenali orang. Ia bisa mengenali saya. Ia bisa membaca, ia bahkan bisa tos ala anak gaul. Yo man!!! Ia bisa marah, ia bisa tertawa, terkadang ia pun menjadi usil. Sesekali jika saya berkunjung ke panti ini, ia akan bercerita tentang perkembangannya.

“Mbak Lala, jaji saya bejajal jalan, chan saya gak jatuh” (Kak Lala, tadi saya belajar jalan dan saya ga jatuh)

Saya senang ketika ia bercerita tentang aktifitasnya, walaupun kadang saya kesulitan untuk mencerna apa yang ia katakan dan saya harus berusaha keras untuk membuat ia mengerti apa yang saya bicarakan.

bora Maria Feby Debora, anak lucu ini lahir pada 15 Februari 2005. Bora panggilannya. Ia mengalami CP Flopy. Di mana tubuhnya sangat lemes, bahkan hampir seperti boneless (menurutku) ia bisa meliuk seperti tak ada tulang. Dan  satu hal yang lucu dari Bora, ia suka sekali dengan plastik, jika anak sesusianya akan tertawa jika diberi boneka atau sesuatu yang lucu, maka Bora akan tergelak jika ia bermain kursi plastik, hanger dan plastik-plastik lainya. Absurd!

L-addict370 Setiawan! Salah satu kesayangan ku. Wawan lahir pada tanggal 1 Januari 2003. Wawan mengalami CP Spastik. CP Spastik ini adalah jenis yang paling sering muncul. Dan yang dialami Wawan ia mengalami pemendekan otot sehingga ia tidak bisa menapakan kaki nya. Ia berjalan dengan lututnya. Terkadang ia berusaha berdiri dan berjalan dengan menjinjit dan tentu nya ia butuh pegangan, tapi yang saat ini diusahakan untuk Wawan adalah terapi agar ia kembali menapak. Anak ini super ceria. Ia tidak pernah merasa lelah. Ia tak bisa berbicara, tapi untung nya saya bisa membaca bahasa nonverbal nya. Wawan, saya rasa anak ini begitu dekat dengan Tuhan, ia sering mengajak saya berdoa. Ia akan sangat senang sekali jika saya menerima ajakannya.

 tari M.A. Sri Lestari. Gadis cantik ini lebih akrab dengan nama Tari, 22 Agustus lalu ia baru saja berulang tahun ke 7 tahun. Beruntung lah, dia dilahirkan normal. Cantik dan begitu ceria. Dia begitu aktif. Ia tumbuh diantara anak-anak yang mengalami kekurangan fisik dan mental itu. Sebenarnya ini tidak baik untuk perkembangannya, tapi beruntung lah ia tidak pernah menganggap teman-temannya itu cacat. Di usianya yang masih 7 tahun ini, saya biasa bilang dia anak yang mandiri, makan sendiri dan tahu jam-jam di mana ia harus meminum obatnya. Tari, mempunyai masalah pada, um mungkin pencernaannya atau lebih tepatnya saluran kencing. Ia masih sering mengompol dan dia meminum obat untuk mengatasi hal itu. Dia pernah menjadi sangat sedih sekali ketika saya bilang saya akan pulang, dan tak tahu kapan akan ke panti ini lagi, ia memeluk sangat erat, cukup erat.

L-addict387 M.E. Salma Dwi Astutik. Lala panggilannya, Dia juga salah satu kesayangan ku. Apa kalian terkecoh dengan penampilannya? Coba tebak apakah dia anak normal? Lala terlahir dengan retadasi mental dan kaki pengkor. Antara koordinasi gerakan dan otak tidak bisa bersatu, jadi jalannya masih semburat. Lala anak yang sangat cerewet sekali, sekalipun pada kenyataannya ia mengalami keterbelakangan mental, buat saya dia normal. Ia bisa marah, memerintah, mempersilahkan. Ia bisa berkomunikasi, dan walaupun saya harus setengah mati berbicara denga nya. Dia bisa berdoa, bahkan bernyanyi. Ia bisa berdoa salam maria, dan tak jarang terkadang ketika kita doa malam, dia seakan-akan sangat ingin memimpin doa itu. Lala sangat suka biskuit, bobot tubuhnya berat sekali, ia suka meminta saya untuk mengendongnya, tapi yang ada kami berdua terjatuh karena saya tak mampu menahan bobot tubuhnya. Ia juga bersekolah, sekarang ia telah duduk di kelas lima. Ketika saya berpamitan dengannya, ia begitu marah.

 DSCN6581Anak laki-laki ini bernama Fajar Sapta Farisa dan ibu setengah baya ini bernama Indrawati. Mereka berdua juga anak panti. Mungkin kalian bingung In juga anak panti? Ya! Suster pengurus di panti memutuskan untuk merawat In, wanita yang telah berusia  49 tahun ini juga mengalami retadasi mental, namun untung nya ia masih bisa mencerna perintah apa yang dilontarkan pada nya. In jarang berbicara. Bahkan ketika beberapa hari saya main di panti saya tak pernah mendengar suaranya. Namun suatu ketika, hal yang sangat mengejutkan buat ku, saya datang dan tiba-tiba In menghampiri ku dan berkata “kamu lebih cantik kalau rambutnya diikat”. Dan spontan saya memanggil salah seorang suster dan bilang “Suster, In bicara kepada saya!! Dia bicara suster”

Saya tak tahu mengapa saya begitu senang dan gembira ketika saya mendengar suara wanita tua yang sebelumnya tak saya kenal ini. Nah, sementara Fajar, anak berusia 10 tahun ini mengalami retadasi mental juga. Mungkin agak parah dibandingkan Lala. Ia tidak bisa diam. Dan saya tak bisa membaca ekspresi apa yang ada pada dirinya. Terkadang dia suka menyakiti dirinya sendiri, tak jarang para pengasuh harus mengikat kedua tangannya.

rozak Abdul Rozak berusia 11 tahun, bukan anak panti, tapi orang tuanya kadang menitipkannya di panti untuk satu dua hari. Terlihat  normal? Ya! Dia bahkan sempat bersekolah. Namun ia mengalami keterbelakangan mental juga. Entah sejak kapan, tapi untungnya ia masih bisa menjaga adiknya. Saya tak tahu apa yang ada dibenaknya, terkadang ia merasa ketakutan, ia ngoceh sendiri. Tapi kadang dia menjadi normal, membicarakan tentang kamera handphone denganku. Dan suster di panti ini sedang mengupayakan apa yang sekiranya mampu Rozak kerjakan untuk masa depannya.

Ini sebagian cerita dari orang-orang yang saya temui. Saya tidak pernah mengalami apa yang mereka alami, dan jangan sampai saya mengalaminya. Tapi ketika saya melihat dan mendengar tentang mereka, seketika saya merasa seperti pecundang. Saya menang! Saya sang juara secara fisik. Tapi secara mental dan jiwa? Kalian boleh menghina, mencaci maki, bahkan tidak menganggap saya.

Buat saya mereka bukan anak-anak cacat dengan keterbelakang mental, tapi mereka adalah anak-anak kuat yang diciptakan Tuhan yang dipilih Tuhan untuk menanggung penyakit dan kelainan yang ada pada diri mereka, kalau Tuhan kasih ke saya mungkin saya tidak akan kuat dan apa yang ada pada mereka ini telah menjadi guru untuk saya.

Saya bercermin, dan bertanya “Siapa saya Tuhan di hadapanMu? Berapa nilai saya dibandingkan dengan mereka yang hidup dalam kekurangan mereka?”

Ada banyak pertanyaan dalam hidup, hanya keikhlasan yang menjawab semua tanya. Tapi saya akan berusaha mencari jawaban dari setiap pertanyaan dari orang-orang di sekitar. Saya harus lebih peka terhadap hal-hal yang menjadi tanda. Waktu adalah sebuah rahasia yang bisa menjawab semuanya. Tapi waktu berupa jarum jam yang terbentang dan bergerak statis, dan saya berpikir harusnya saya tak boleh dikalahkan oleh waktu yang terus bergerak. Karena saya mampu bergerak secara dinamis. Inilah hidup dengan semua warna.semua

Advertisements

2 thoughts on “Hitam Putih tetaplah Warna :)

  1. Ada satu ayat yang bilang (lupa kalimatnya) kalau Allah menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna. Kekurangan seseorang adalah kesempurnaannya sebagai manusia 🙂

    Kau juga. Walau gak punya otak untuk berpikir (kamu yang ngaku sendiri, yaaa), tapi masih punya hati nurani untuk berbagi kasih, dan itu salah satu yang menjadikanmu sempurna.

    Semua manusia terlahir sempurna. Cacat fisik maupun mental hakikatnya bukanlah “cacat”. Hal tersebut hanyalah kekurangan di satu sisi, tapi kelebihan di sisi lain. Impas, kan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s