Yang Hangat Dari Masyarakat Batak :)

Yuhu!! Siapa yang ga tau klo Indonesia memiliki beragam suku?

Negeri tercinta sang Indonesia tampaknya memang sudah tersohor beragam suku dan adat apalagi kebudayannya (yang masih saya pelajari). Selain batik dari Pulau Jawa dan songket dari Palembang, kain ulos dari tanah Batak di Sumatera Utara juga tidak kalah bagusnya dan terkenal.

Ulos atau sering juga disebut kain ulos adalah salah satu busana khas Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera. Dari bahasa asalnya, ulos berarti kain.

Kalau mau lihat pembuatannya secara langsung, mungkin kalian bias ke Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah danau Toba. Anda dapat melihat keindahan Danau Toba sekaligus mempelajari pembuatan kain ulos.  Serukan!!!!

Di Pulau Samosir, banyak terdapat pengrajin kain ulos yang memakai alat-alat tradisional. Para pengrajin dari Pulau Samosir sudah terkenal dengan keahliannya membuat kain ini. Salah satu tempat pembuatan kain ulos di Pulau Samosir adalah Desa Perbaba. Pembuatan Ulos masih menggunakan alat tenun. Bukan menggunakan mesin.

Jika diperhatikan, ada 3 warna dasar dari kain ulos, yaitu merah, hitam dan putih. Tingkat kesulitan pembuatan kain ulos pun berbeda-beda

Menurut kepercayaan suku Batak, terdapat 3 sumber kehangatan yaitu matahari, api, dan kain ulos. Suku Batak kebanyakan tinggal di bukit yang dingin, selain matahari, ulos juga menjadi sumber kehangatan bagi mereka. Kain ulos memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Batak. Selain dipakai dalam kegiatan sehari-hari, kain ulos juga digunakan dalam acara-acara besar seperti  upacara adat pernikahan, kelahiran dan upacara kematian.

Kain ulos memiliki keistimewaan tersendiri di masyarakat batak. Ga heran sih klo pada zaman dulu, biasanya kain ulos yang dipakai oleh keluarga kerajaan Batak adalah emas dan perak. Selain itu, jika ada beberapa perayaan acara besar yang tidak menggunakan ulos, maka tidaklah sah acara tersebut.

Ada banyak juga ajaran suku Batak dalam menggunakan kain ulos. Salah satunya, kain ulos tidak boleh diberikan dari yang rendah kedudukannya kepada yang lebih tinggi. Misalnya, dari anak kepada bapaknya. Masih banyak lagi ajaran dari suku Batak dan sejarahnya mengenai kain ulos :) Panjang deh.

BTW kain ulos ini sih Papa yang dapet, sebagai ucapan terima kasih dari beberapa kerabat yang berasal dari suku Batak, kebetulan Papa di undang dalam upacara adatnya, jadi dapet deh beberapa kain ulos nya :)

Advertisements

4 thoughts on “Yang Hangat Dari Masyarakat Batak :)

  1. Pada umumnya sekarang ulos dibuat dengan peralatan teknoligi tinggi. Sudah teramat sulit menemukan pengrajin ulos yang menggunakan peralatan yang konvensional. Opungku, neneku, dulu pengrajin ulos juga. Dia membutuhkan waktu 2 minggu untuk membuat ulos dengan selebar 1.5 meter, dan sepanjang 20cm. Walaupun lama, tapi kualitasnya jauh lebih baik. Tenunannya lebih rapat n solid ketimbang peralatan canggih sekarang….

  2. iya, ulos yang saya dapet ini juga ulos udah pake mesin, yang ulos tenun asli aku dpet dari opung ku 🙂

    Pengen suatu saat nanti bisa melihat secara langsung bagaimana pembuatan ulos secara tradisional 🙂

    1. Udah hampir mustahil menemukan pengrajin tenun yang masih tradisional… Sekarang, minimal yang kita temukan adalah pengrajin yang menggunakan alat tenun yang terbuat dari kayu… udah agak bagus, walaupun gak pake perangkat elektronik n listrik…. tapi udah cepet banget…. suaranya juga klatak klatak klatak!!! Pengrajin yang seperti ini akan cukup banyak ditemukan di daerah Tarutung dan Pematangsiantar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s