Tante cantik dan (mantan) Suaminya

Dia terduduk di kursi ukir teras rumah nya, sekilas ia tampak menerawang, sekilas juga ia seperti berpikir dengan pandangan kosong. Namun gurat wajah kesedihannya terlihat jelas di mata ku.

Rumah itu biasa nya terdengar ramai, tapi kali ini sepi. Kemana anak-anak nya? Terlebih istri nya? Kemana si tante cantik itu?

Ada taksi yang berhenti. Ada seorang wanita yang turun. Taksi menunggu. Pria paruh baya itu langsung bersemangat.

“Tante cantik pulang” guman ku.

Tapi pemandangan kali ini berbeda. Tante cantik masuk dan keluar dengan membawa 3 buah koper besar.

“Aku menyesal, kembalilah bersama anak-anak”

“Berhentilah berkata “aku menyesal” aku bosan mendengarnnya”

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s