Aku Ingin Mati

“Boleh aku ikut jalan sore dengan mu?”

“Boleh saja”

“Kemana sepeda mu?”

“Sedang malas, lagi pengen jalan sekalian minum teh di sudut gang”

“Aku capek”

“Tidak usah ikut”

“Aku bosan, jika setiap hari di marahi, ibu ku jahat. Tapi ayah ku jauh lebih jahat”

“Kamu nakal sih”

“Aku capek setiap hari dimarahin, tak jarang sabetan tali pinggang ayah ku mendarat di tubuh ku. Aku ingin mati”

“Kau sudah gila?”

“Kalau aku mati, aku tak akan capek karena di marahi”

Dia tersenyum.

“Caranya?”

Tak lama, anak kecil itu berlari kejalan raya. Dan sebuah  sedan menghantamnya. Aku melihat darah, dia tak bergerak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s