Menjadi Lebih Hidup

Hampir delapan tahun aku tinggal dirumah besar ini. Ada tiga keluarga yang tinggal.

Tapi mengapa rumah ini begitu sepi, bagai tidak bernyawa.

Mereka melakukan rutinitas masing-masing. Rutinitas monoton. Apa mereka tak bosan tanya ku.

Setiap paman dan bibi ku pulang, tak ada percakapan, langkah mereka langsung masuk pada kamar yang sama. Begitu juga dengan saudara-saudara ku.

Yang paling sering terdengar adalah deru mesin penyedot debu, itu suara dari pembantu yang membersihkan karpet ruang keluarga yang tak pernah terpakai.

Tiba-tiba suasana rumah menjadi ramai, mereka semua berkumpul mendapati mayat pembantu rumah mati.

Sengaja aku bunuh, agar rumah ini menjadi lebih hidup.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s