Hana Eclesia

Aku memalingkan wajahku dari terang. Karena semuanya gelap bagi ku. Aku menahan hati ku untuk berkenalan dengan cinta, karena aku trauma dengan kisah yang lalu.

Aku tak ingin lagi mencari cinta untuk hati ku. Biarkan saja hati ini kosong. Aku berhenti berharap.

Namun pada malam di mana bulan bersinar penuh dengan keagungan, hati ku tersentuh, jiwa ku lari mengejar senyum itu, aku bagai budak menurut pada perintah dari senyum yang tersungging dari bibir seorang wanita berambut gelombang.

Jika Eve membuat Adam di keluarkan dari surga, dia justru membawa ku masuk pada surga nya. Hana Eclesia ia lah surga yang nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s