Romantisme dan Kekosongan

Rasanya aku baru saja bercumbu dengan romantisme Februari dan kini nyatanya bau-bau penghujung tahun nyaris tercium.

Rasa-rasanya bulan-bulan lalu masih ada kekasihku yang menemani. Kami masih bergereja bersama, makan bersama, nonton bersama. Kami masih menghabiskan waktu bersama. Aku masih bisa merasakan hangat tubuhnya, masih melihat wajah lelah nya ketika ia pulang kerja.

Sekarang? Aku sendiri. Tak ada sapaan pagi hari, tak ada yang memeprhatikanku, tak ada wajah kesal karena ulahku. Tak ada lagi kekasihku. Hubungan ini telah usai.

Aku senang, aroma kebebasan yang dulu sempat sedikit hilang kini tercium kembali. Tapi bau kekosongan tercium di sini. Di dalam hati ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s