Aku (ingin) Bermimpi (lagi)

Rasanya aku baru saja bercumbu dengan romantisme Februari dan kini nyatanya bau-bau penghujung tahun nyaris tercium. Siapa sangka dalam waktu yang sangat cepat ini banyak perubahan yang terjadi dalam hidup ku. Rasa-rasanya kemarin aku masih seorang mahasiswa dan kini aku sudah menjadi sarjana yang masih belum ada pekerjaan.

Rasa-rasanya bulan-bulan lalu masih ada kekasihku yang menemani. Kami masih bergereja bersama, makan bersama, nonton bersama. Kami masih menghabiskan waktu bersama. Aku masih bisa merasakan hangat tubuhnya, masih melihat dia kesal dan marah karena perbuatanku, masih melihat wajah lelah nya ketika ia pulang kerja.

Sekarang? Aku sendiri. Tak ada sapaan pagi hari, tak ada yang memeprhatikanku, tak ada wajah kesal karena ulahku. Tak ada lagi kekasihku. Tak ada. Hubungan ini telah usai. Tidakkah aku coba untuk memulai lagi? Aku takut. Aku takut dia kecewa. Ya dia. Bukan aku.

Usai hubungan ini aku harus beradaptasi dengan keadaan baru. Sebenarnya bukan keadaan baru, ya karena aku kembali pada keadaan dimana aku masih sendiri. Aku kembali berteman dengan kesendirian, teman lama ku. Aku senang, aroma kebebasan yang dulu sempat hilang kini tercium kembali. Tapi bau kekosongan tercium di sini. Di hati.

Ketika aku bersamanya, dan kini aku melihat kenyataan aku telah sendiri, aku bagaikan terbangun dari mimpi panjangku. Mimpi yang masih terekam jelas setiap detailnya dalam ingatanku.

Aku telah terbangun dari mimpi ku. Dan ada kerinduan dalam hati. Aku (ingin) bermimpi (lagi).

Advertisements

2 thoughts on “Aku (ingin) Bermimpi (lagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s