I (will) live my life.

Selepas kuliah, di kukuhkan sebagai Sarjana Sosial. Aku rasa aku telah memenuhi harapan-harapan ayah ku untuk melihat aku lulus dari perguruan tinggi. Dan setelah lulus pun aku seakan-akan menghirup aroma kebebasan untuk mengatur langkah kedepan ku. Tapi ada beberapa hal yang membuat aku harus menelan rasa emosi yang harus aku pendam.

Jujur saja, entah dari mana dan entah bagaimana tiba-tiba aku bisa sangat tertarik dengan penerbangan. Berawal dari melihat lowongan kerja dimana salah satu maskapai sedang mencari orang-orang muda yang akan disekolahkan lagi. kata sekolah itu lah yang sangat menarik perhatian ku. Aku ingin sekolah lagi.

Ya setelah permohonan ku kepada orang tua ku untuk mengijinkan ku mengambil S2 di luar negri dan berakhir dengan kalimat “nanti kita rundingkan” yang mana itu artinya tidak akan ada pembicaraan lebih lanjut aku berusaha mencari alsan untuk menjelaskan kepada diriku bahwa aku harus melupakan tentang pendidikan lebih lanjut.

Aku berusaha untuk fokus pada pencarian pekerjaan sesuai dengan bidang yang aku minati, namun orang tua ku tampaknya tak akan setuju dengan apa yang aku ambil dan aku putuskan. Mereka terus menawarkan ku untuk bekerja di bank, sementara aku tahu betul bahwa aku tidak suka dengan pekerjaan itu.

Diam-diam aku mengajukan lamaran pada sebuah Maskapai penerbangan di Indonesia. Dan hari ini aku mendapatkan Email yakni sebuah undangan untuk mengikuti Test pertama. Aku cukup senang dengan hal ini. walaupun orang tua ku tidak begitu setuju, tapi aku (maaf) tidak peduli akan hal itu, aku ingin mebentuk hidupku, segala konsekuensi dari apa yang aku putuskan akan aku tanggung.

Aku hanya ingin menjalankan hidup ku dengan mandiri, tanpa harus di komandoi oleh siapapun, tanpa harus menurut pada setiap keinginan, meman orang tua ku sudah begitu banyak berkorban, tapi… hanya saja untuk kali ini aku sungguh ingin lepas. Membuat perencanaan-perencanaan untuk hidup ku sendiri. Apa itu salah?

Orang tua tau yang terbaik, tapi apa mereka tau apa yang kita inginkan? Tak perlu memberi kebebasan jika akhirnya aku tak bisa memilih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s