Biarkan Dia Nyaman Dengan Keadaan Ini :)

Banyak alasan untuk membuat seseorang memiliki penyimpangan hidup. Tapi apakah penyimpangan hidup sama dengan penyimpangan seksual? Ah entah lah. Aku tak mau banyak berbicara. Namun yang aku tahu teman ku saat ini mempunyai penyimpangan seksual. Dia seorang homoseksual. Sedikit kasar jika aku harus mengatakan dia seorang homoseks. Bagaimana jika aku mengatakan bahwa ia tak mempunyai ketertarikan terhadap seorang wanita?

Perawakannya tidak begitu tinggi, tapi ia cukup mempunyai bahu yang lebar. Kulit nya bisa terbilang putih. Cara ia berbicara dan bertingkah memang tak selayaknya seorang laki-laki. Namun siapa sangka dia tak tertarik pada wanita?

Aku tak sedikit pun menaruh rasa curiga padanya. Padahal dia patut di curigai. Ketika kami jalan-jalan bersama, mata nya tak bisa terhenti untuk bergariliya. Yang di lihat oleh nya adalah pria-pria ya yang sekira nya tampan dan berbadan tegap. Dia begitu genit di depan teman-teman pria ku. Ahhh.. sedikit pun aku tak menaruh rasa curiga padanya.

Ada beberapa kalimat yang di katakana nya, yang mungkin cukup mengelikan

“Ren, selera cowo kita sama lagi”

“Iya, cowo tuch harus kaya gitu. Membiayai kita nantinya”

“Ihhh, aku ga kuat dech klo di lihatin sampe sebegitu nya”

“Ren, malem-malem gini enak di peluk ama….”

“Aku bisa pingsan klo di liatin terus”

Lagi-lagi kata-kata ini tak membuat ku menaruh rasa curiga. Yang ada hanya kata “sinting”

Sampai akhirnya, dia mengakui kalau dia seorang pecinta lelaki. Berawal dari aku membicarakan teman pria ku, dia mencerita kan juga kalau dia dekat dengan seseorang di lain kota. Dia tak menyebutkan pria atau wanita. Dan yang aku pikirkan orang yang di ceritakannya adalah seorang wanita.

“Kamu ngerti kan maksud yang aku omongin?”

“Ngerti lah, kita kan ngomongin relationship. Bukan pertemanan kan?”

“Zzz, maksud aku kamu ngerti yang aku omongin ini cewek ato cowok?”

“Ga, emang yang di omongin bukan cewek?”

“Bukan. Cowok. Kamu ga tau kalo aku kaya gini?”

Dan aku sempat terdiam sebentar, kaget? Tidak juga. Hanya saja sedikit di sayangkan.

“Ga tau”

Kenapa sangat di sayangkan? Padahal kan saat ini penyimpangan seksual bukan lagi hal yang tabu. Bukan karena dia baik atau pun tajir. Hanya saja aku tak habis pikir. Mengapa bisa seperti ini? ya, mungkin karena dia teman ku dan nantinya aku akan terbiasa dengan kenyataan ini. Dan mungkin ini memang pilihan hidup nya (untuk saat ini saya rasa). Dan setidak nya yang aku tau dia akan menjalaninya dulu dan mungkin hati kecilnya juga berharap dia bisa tertarik dengan wanita. Sebenar nya aku ingin bertanya lebih dalam lagi.

“Kenapa dia bisa jadi seperti ini?”

“Bagaimana dengan orang tua nya?”

“Apakah dia nyaman seperti ini?”

“Tidakkah dia ingin segera berubah?”

ahh.. tapi sudah lah.., biarkan dia nyaman dengan keadaan sekarang ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s