Surat Kecil Untuk Tuhan

Pada suatu hari, ada seorang guru sekolah meminta murid-murid kecilnya menulis surat kepada Tuhan.

Tuhan:
Bukankah lebih baik kau mempertahankan manusia yang telah ada daripada membiarkan seorang manusia meninggal dunia dan membuat seorang manusia yang baru(bayi)?

Tuhan:
Mungkin Kain dan Habel tidak akan saling membunuh jika mereka memiliki ruang tidur yang terpisah. Ibu melakukan hal itu untuk aku dan adikku.

Tuhan:
Jika Kau mengamatiku di gereja pada hari minggu ini, aku akan memperlihatkan kepada Mu sepatu baru ku.

Tuhan:
Aku bertaruh bahwa sangat sulit bagi Mu untuk mengasihi semua orang didunia ini. keluarga kami hanya terdiri dari 4 orang dan aku merasa sangat kesulitan untuk mengasihi mereka semua.

Tuhan:
Di sekolah kami di ajarkan tentang hal-hal yang Kau kerjakan. Siapa yang melakukan pekerjaan Mu pada saat Kau sedang berlibur?

Tuhan:
Apakah Kau benar-benar tak terlihat atau hanya sebuah trik?

Tuhan:
Apakah benar ayah ku tidak dapat ke surga jika ia mengunakan kata-kata kasar di rumah?

Tuhan:
Apakah jerapah memang berleher panjang atau di sebabkan oleh suatu kecelakaan?

Tuhan:
Siapakan yang membuat garis batas antar Negara?

Tuhan:
Aku menghadiri upacara pernikahan di gereja, dan mereka berciuman. Apakah itu oke?

Tuhan:
Mengapa Kau berkata “Lakukanlah kepada orang lain, seperti halnya yang kau ingin mereka lakukan kepada mu”? Karena jika seperti itu adik ku akan baik kepada ku.

Tuhan:
Terima kasih untuk adik bayi ku, tetapi pada saat akau berdoa aku hanya meminta seekor bayi anjing kecil.

Tuhan:
Kirimkan seekor kuda poni kepada ku. Aku belum pernah meminta sesuatu sebelumnya. Kau dapat memeriksanya.

Tuhan:
Aku hanya ingin seperti ayahku ketika aku besar nanti, tetapi tidak banyak rambut seperti ayah.

Tuhan:
Jangan khawatir tentang aku, aku selalu bisa melihat jalan keluar.

Tuhan:
Dari semua orang yang bekerja untuk Mu, menurut ku Nuh dan Daud yang terbaik.

Tuhan:
Kakak-kakak ku mengatakan ku tentang kelahiran, tapi tampaknya tidak benar. Apakah mereka hanya bercanda?

Tuhan:
Aku ingin hidup selama 900 tahun. Seperti halnya manusia di dalam kitab suci.

Tuhan:
Kami membaca bahwa Thomas Edison membuat terang. Tetapi di sekolah di katakana bahwa Kau yang membuat terang. Jadi, aku berani bertaruh bahwa Edison telah mencuri ide Mu.

Tuhan:
Kata ibu ku, Kau ada di mana-mana, apakah itu benar? Atau ibu ku hanya menakut-nakuti ku?
Dan kata ayah ku Engkau tidak pernah tidur. Aku bertaruh pasti wajah Mu kelihatan sangat jelek, karena ketika ayah ku memperbaiki mainan ku dan tidak tidur semalaman, wajah nya terlihat sangat jelek. Namun setelah ia mendapat istirahat wajahnya kembali oke.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s