2016 : Sebuah Perenungan

Ketika tahun mulai mendekati masa kritis, dan siap diganti dengan yang baru, aku bertanya pada diri sendiri, Apa yang sudah aku lakukan sepanjang tahun 2016.

 

2016, awal januari lalu nenekku dipanggil kembali ke rumah Tuhan. Beliau menutup usia pada umur 92 tahun. Dia pergi dalam keheningan malam. Mungkin aku yang yang membuat keributan pada saat dia pergi. Aku dan pembantuku berusaha membangunkannya, aku memanggil-manggil dia supaya bangun. Tidak ada jawaban, aku tdak berhenti, aku terus memanggil. Aku bertanya dalam hati “Tuhan, apakah Kau telah menjemputnya?”. Aku tidak berani menyatakan dia meninggal, aku memanggil dokter dari rumah sakit terdekat, sesaat setelah itu dokter menyatakan hari dan jam kematiannya. Aku tidak menangis, bahkan saat kremasinya. Setelah nenekku berpulang, pembantuku berhenti bekerja, pikirku tak masalah, pembantuku juga sudah tua, baiklah  dia beristirahat di kampungnya.  Dan tak terasa sekarang sudah satu tahun nenekku berpulang, dan sudah satu tahun pula aku hidup sendiri tanpa pembantu. Continue reading “2016 : Sebuah Perenungan”